Apa Itu Ptsd


Apa Itu Ptsd ? - Kita semua memiliki pengalaman yang... ...ingin kita lupakan. Mungkin kalian pernah lupa bahan presentasi di depan kelas atau salah tingkah di depan orang yang kalian taksir. Bagi kebanyakan orang, pengalaman-pengalaman ini, walaupun memalukan, tidak berdampak secara signifikan pada hidup, dan lama-kelamaan akan terlupakan.

 Namun, bagi beberapa orang, hal-hal yang mereka alami, saking intensnya, saking menyakitkannya, jadi terbawa-bawa sepanjang sisa hidup mereka dan tidak bisa dilupakan semudah itu Fenomena ini dikenal sebagai trauma. Apa yang menyebabkannya? Bagaimana caranya tahu jika kamu memilikinya? Dan apa yang dapat dilakukan untuk merawatnya? Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, mari kita baca dalam artikel ini. Sebelum kita mulai, mohon diingat untuk tidak mendiagnosa diri kalian sendiri. Apabila kalian atau seseorang yang kalian kenal mengalami gejala-gejala penyakit jiwa atau gangguan mental, harap hubungi psikolog atau psikiater profesional. 

Trauma pada dasarnya adalah respons emosional terhadap pengalaman yang mengerikan. Dengan demikian, terdapat beberapa jenis gangguan mental yang dapat timbul akibatnya. Tapi, untuk artikel ini kami hanya akan fokus pada satu, yakni PTSD. Post-Traumatic Stress Disorder atau Gangguan Stres Pasca Trauma. PTSD timbul akibat trauma. Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua pengalaman mengerikan dapat disebut sebagai trauma. Contohnya, kejadian seperti perceraian atau kehilangan pekerjaan walaupun menimbulkan stres dan sakit hati, tidak masuk definisi trauma menurut DSM-5. Hanya kejadian-kejadian yang terkait dengan kematian, cedera, atau kekerasan seksual dapat dikategorikan sebagai trauma.

Musibah tersebut bahkan tidak perlu menimpa diri sendiri, karena musibah yang terjadi kepada keluarga dekat atau orang yang kita kenal juga dapat menimbulkan PTSD. Selain itu, menyaksikan hal-hal mengerikan secara berulang kali juga bisa menimbulkan PTSD. Hal ini lazim terjadi kepada orang yang bekerja di profesi yang kesehariannya terekspos pada kekerasan dan/atau kematian, seperti tenaga kesehatan, pemadam kebakaran, bahkan moderator konten untuk situs medsos, yang setiap hari harus menyaring artikel-artikel yang... ...bisa dikatakan, tidak layak ditonton. Jadi, apa sebenarnya yang terjadi ketika seseorang menderita PTSD? Terdapat empat kategori gejala umum yang dialami penderita PTSD. Apa Itu Ptsd ? 

(1) Pertama, "Re-experiencing" atau gejala ingatan yang intrusif Gejala ini adalah gejala yang paling umum kita asosiasikan dengan PTSD. Penderita PTSD seringkali secara tiba-tiba, mengingat kembali ingatan-ingatan traumatis mereka. 

(2) Yang kedua, "Avoidance". Gejala ini adalah gejala di mana seorang penderita PTSD akan menghindari segala sesuatu yang dapat mengingatkan mereka terhadap pengalaman-pengalaman traumatis yang mereka alami. 

(3) Nomor tiga, "Hyperarousal" adalah gejala dimana penderita PTSD akan merasa cemas setiap saat dan tidak bisa tenang. Gejala ini membuat mereka mudah kaget dan memandang hal-hal biasa sebagai ancaman terhadap hidup mereka. Dan yang terakhir, 

(4) gejala "Kognisi dan Mood". Gejala ini membuat penderita PTSD memikirkan hal-hal negatif secara terus menerus. Hilangnya minat melakukan hal-hal yang sebelumnya disukai, atau perasaan menyalahkan diri sendiri atas musibah yang terjadi lazim muncul bagi penderita PTSD. Gejala-gejala ini bisa timbul 3 bulan hingga beberapa tahun setelah terjadinya kejadian traumatis. Orang dewasa dapat didiagnosa menderita PTSD apabila mengalami gejala "re-experiencing" dan "avoidance" setidaknya sekali. dan "hyperarousal serta "kognisi dan mood" setidaknya 2 kali selama minimal 1 bulan. Mengalami kejadian yang traumatis tidak otomatis menimbulkan PTSD. 

Terdapat pula orang-orang yang walaupun telah melalui suatu musibah, tetap tidak menderita PTSD di kemudian hari. Di masa Perang Dunia Pertama, banyak orang menganggap veteran yang mengalami PTSD sebagai penakut atau lemah. Namun, justru sikap itulah yang meningkatkan resiko timbulnya PTSD. Jangan mengulangi kesalahan mereka. terdapat banyak hal yang mempengaruhi tingkat resiko timbulnya PTSD.

 Salah satu yang terpenting adalah dukungan yang suportif dari keluarga serta teman-teman terdekat. Apabila support system tersebut tidak ada, kemungkinan timbulnya PTSD akan jauh lebih tinggi.  PTSD dapat bersifat kronis. Yaitu, berlangsung seumur hidup. Namun untungnya, tidak selalu demikian. Beberapa orang dapat pulih dari PTSD dalam waktu beberapa bulan, asalkan mereka mendapat perawatan yang benar. 

Perawatan PTSD biasanya terdiri dari obat-obatan anti-depresi serta terapi. Namun, perlu diingat bahwa satu tipe perawatan tidak akan memberi respon yang sama terhadap semua penderita PTSD. Oleh karena itu, penting untuk konsultasi dengan seorang psikolog untuk mengetahui perawatan yang tepat untuk dirimu sendiri. 

Yang perlu kalian ingat dari semua ini, adalah bahwa trauma tidak terbatas di medan perang saja. Semua orang dapat menderita PTSD. Oleh karena itu, penting untuk kita tidak menyepelekan musibah yang menimpa seseorang, Melainkan, mencoba untuk mengerti apa yang mereka rasakan serta bersifat suportif. 

Keberadaan anda bisa saja menjadi perbedaan antara trauma yang berkepanjangan atau ingatan yang suatu hari nanti bisa dilupakan. Sekian untuk artikel kali ini yang telah kita bahas tentang Apa Itu Ptsd.

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=CLyZjUVkhEQ