Apa itu Psikopat


Apa itu Psikopat - Empati adalah kemampuan kita untuk memahami apa yang dirasakan orang lain. Empatilah yang mendorong kita untuk menghibur teman kita yang bersedih, dan ikut bergembira ketika mereka bersenang. Tapi, terdapat beberapa orang di dunia ini yang tidak memiliki empati. 

Mereka tidak bisa merasa kasihan, tidak bisa merasa takut, dan tidak merasa bersalah  atas apapun yang mereka lakukan. Mereka adalah psikopat. Apa sebenarnya yang membuat seseorang tergolong menjadi psikopat? Apa yang membuatnya bersifat begitu dingin? Dan apakah semua psikopat berbahaya? Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, mari kita baca dalam artikel ini. 

Psikopat adalah istilah yang dengan enteng digunakan oleh media. Namun, justru masih diperdebatkan baik di kalangan medis maupun non medis. Apabila kita mengacu kepada DSM, yaitu "American Psychiatric Association" untuk mendiagnosis gangguan kejiwaan, psikopat bahkan tidak tercatat. Jadi dari segi psikologi klinis, psikopati bisa dikatakan tidak ada. 

Dan tidak ada yang pernah didiagnosis menyandang psikopati. Istilah "psikopat" lebih diakui dalam dunia kriminologi dan forensik. Di mana istilah psikopat sering digunakan untuk menggambarkan suatu dimensi kepribadian. Meskipun demikian, sifat-sifat orang psikopat dapat ditemukan dalam gejala-gejala penyandang Antisocial Personality Disorder, gangguan kejiwaan yang dikenal juga dengan istilah "sociopath." Hubungan psikopati dengan gangguan ini rada membingungkan. 

Jadi untuk memahami lebih lanjut, kita harus tahu bagaimana caranya mengidentifikasi seorang psikopat. Metode yang paling umum digunakan adalah Psychopathy Check List - Revised (PCL - R). Begini cara kerjanya. Tes ini terdiri dari 20 macam sifat, yang kemudian diberi nilai 0 hingga 2, tergantung pada kecocokannya sama kepribadian orang yang dites. 

Seseorang dapat dikategorikan sebagai psikopat apabila mendapat nilai 30 atau lebih. 20 sifat tersebut digolongkan menjadi dua faktor. Faktor pertama menggolongkan sifat-sifat yang manipulatif dan mempergunakan orang lain tanpa rasa bersalah. Faktor ini dianggap sebagai sifat inti seorang psikopat. Sementara faktor kedua, menggolongkan sifat-sifat yang berhubungan dengan gaya hidup yang anti-sosial dan tidak stabil. 

Faktor inilah yang berhubungan erat dengan gangguan anti-sosial (ASPD). Jadi intinya adalah, bisa jadi seseorang tergolong psikopat DAN menyandang gangguan anti-sosial (ASPD). Namun, tidak semua penyandang ASPD adalah psikopat. Dan begitu pula sebaliknya. Terlepas dari perdebatannya, seorang psikopat secara umum, tidak mampu atau kurang bisa berempati, memiliki kekurangan dalam respons emosional, serta memiliki kecenderungan untuk memanipulasi dan mempergunakan orang lain. Jadi apakah semua psikopat berbahaya? Jawabannya adalah tidak.

 Walaupun memang benar sifat-sifat psikopat dapat mendorongnya untuk melakukan tindakan kriminal, riset membuktikan bahwa psikopat yang dalam tanda kutip “sukses" juga ada. Penelitian terhadap lebih dari seribu napi remaja menunjukkan bahwa beberapa dari mereka yang tergolong psikopat, dapat lama kelamaan menahan kecenderungan antisosialnya. 

Walaupun ini bukan berarti seorang psikopat bisa belajar untuk berempati atau bersifat lebih sensitif, setidaknya mereka bisa mengikuti norma sosial yang ada dan tidak menyakiti orang lain. Di artikel ini, kita selalu berusaha mengajak kalian untuk berempati kepada para penyandang gangguan mental. Karena kita ingin mereka untuk tidak merasa dihakimi, dan mendorong mereka untuk dapat mencari bantuan psikologis tanpa merasa malu.

Namun, psikopat rada berbeda. Secara teknis, yang mereka miliki bukan gangguan mental, dan kami rasa seorang psikopat murni tidak akan peduli jika dihakimi. 

Psikopati adalah suatu konsep yang masih diperdebatkan oleh orang-orang yang jauh lebih pintar dari kita. Jadi yang bisa kita katakan hanyalah ini: semua orang berhak atas kesempatan untuk hidup dengan aman dan tentram. Dan apabila seorang psikopat dapat menahan sifat-sifatnya yang dapat menyakiti orang lain, kami rasa dia berhak atas hal yang sama. Sekian untuk artikel kali ini. 

Sumber artikel : https://www.youtube.com/watch?v=nwjGkmJYyFE